Share this info

LPPM UPN “Veteran” Jakarta (20/02/2026)- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Tim Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan dan Strategis meluncurkan buku internasional sekaligus menyelenggarakan seminar bertema “Sustainable Agriculture and Food Security in Asia: Towards Climate Resilience and Digitalization” di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika pada Kamis (20/2/2026).

Buku “Sustainable Agriculture and Food Security in Asia: Towards Climate Resilience and Digitalization” dieditori oleh Anter Venus, Raja Rasiah, dan Nur Annizah Ishak, serta menjadi luaran konferensi internasional tahun 2023 yang melibatkan 11 perguruan tinggi di ASEAN. Publikasi ini menyoroti strategi memperkuat sistem pangan Asia, khususnya Indonesia, agar lebih tangguh menghadapi krisis iklim sekaligus adaptif terhadap transformasi digital.

Dalam sambutannya, Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA.,Comm menegaskan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serupa dengan dekade 1970-an berupa pertumbuhan penduduk yang pesat menjelang bonus demografi 2045, namun kini diperumit oleh tekanan perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta alih fungsi lahan. Ia menekankan bahwa pertanian berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak, karena ketahanan pangan merupakan fondasi penting pembangunan nasional.

Seminar internasional turut menghadirkan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo Adypurama Alias Teguh Sambodo, SP, MS, Ph.D sebagai keynote speaker. Ia memaparkan bahwa produksi pangan global diproyeksikan meningkat 14% dalam satu dekade, namun emisi sektor pertanian juga diperkirakan naik 6% pada 2034. Tanpa kebijakan yang tepat, dampak perubahan iklim berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga ratusan triliun rupiah.

Menurutnya, transformasi sistem pangan nasional perlu berbasis pendekatan ekoregion dengan integrasi darat dan laut, termasuk optimalisasi pangan akuatik seperti ikan, udang, dan rumput laut. Ia juga menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga distribusi yang adil dan efisien, serta pentingnya pendekatan Food–Energy–Water Nexus untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

Baca juga:  Hari Kedua, LPPM UPNVJ Lakukan Pendampingan Pemeringkatan SINTA di Kampus Limo UPNVJ

Diskusi akademik juga menghadirkan Dosen di Asia-Europe Institute Universiti Malaya sekaligus editor buku Sustainable Agriculture and Food Security in Asia: Towards Climate Resilience and Digitalization”, Prof. Raja Rasiah menjelaskan bahwa penerbitan buku ini merupakan bagian dari inisiatif Asia-Europe Institute bersama Centre for ASEAN Regionalism sebagai penggerak utama. Melalui dukungan pendanaan dari Open Society Foundations, proyek ini menargetkan penerbitan empat buku riset mengenai Asia Tenggara yang menyoroti aspek-aspek kunci perekonomian negara-negara di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa buku yang diluncurkan di UPNVJ merupakan volume pertama dari rangkaian tersebut dan berfokus pada sektor pertanian serta ketahanan pangan. Selain memetakan kondisi pertanian di negara-negara Asia Tenggara, setiap bab dalam buku ini juga menelaah kebijakan pemerintah dalam upaya mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh United Nations.

Melalui peluncuran buku dan seminar internasional ini, UPNVJ kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai universitas pembangunan yang aktif berkontribusi dalam merespons tantangan nasional dan regional melalui riset, kolaborasi internasional, serta penguatan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

×

Hello

ada yang bisa kita bantu ? :)

× Perlu Bantuan?