LPPM UPN “Veteran” Jakarta (13/02/2026) – Ketua Forum Komunikasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (FKLPPM) BKS-PTN Wilayah Barat yang juga menjabat sebagai Ketua LPPM UPNVJ, Dr. Sri Lestari Wahyuningroem, menyampaikan materi bertajuk “Merintis Kolaborasi Riset dan Abdimas” dalam Rapat Tahunan (RATA) XLVI BKS-PTN Wilayah Barat yang diselenggarakan di Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, pada Jumat (13/2/2026).
Dalam paparannya, Sri Lestari Wahyuningroem menekankan pentingnya penguatan kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) antarperguruan tinggi negeri di wilayah barat. Kolaborasi tersebut diarahkan mulai dari penyelarasan tema prioritas, penguatan tata kelola program, kesepakatan luaran, hingga hilirisasi hasil riset agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, dipaparkan juga terkait berbagai tindak lanjut rapat (RTL) dan hasil koordinasi FKLPPM sejak 2024. Rangkaian pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menyelaraskan agenda riset dan PkM antarkampus anggota BKS-PTN Wilayah Barat.
Beberapa pertemuan penting yang disoroti antara lain rapat di Bandung pada 28–30 Agustus 2024, rapat koordinasi lanjutan di Belitung, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta, serta pertemuan di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Seluruh agenda tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi riset lintas perguruan tinggi dalam merespons arah pembangunan nasional.
Pada aspek pengabdian, LPPM UPNVJ juga telah mengembangkan program PkM internasional di Malaysia yang mengintegrasikan penguatan kapasitas masyarakat, edukasi, serta pelibatan mahasiswa lintas program studi.
Selain itu, Sri Lestari Wahyuningroem menegaskan pentingnya respons cepat berbasis keilmuan dalam situasi kebencanaan. Melalui kolaborasi FKLPPM BKS-PTN Wilayah Barat, LPPM UPNVJ terlibat dalam program pengabdian respons bencana banjir di Aceh. Kegiatan tersebut mencakup peninjauan lapangan, dukungan kemanusiaan, serta komitmen pendampingan berkelanjutan pada fase pemulihan pascabencana.
Menurutnya, kolaborasi tidak hanya berhenti pada kegiatan bersama, tetapi perlu dirancang dalam skema kerja yang berulang, sistematis, dan mudah direplikasi. Penguatan jejaring PkM dan KKN internasional menjadi salah satu peluang strategis, mengingat LPPM UPNVJ telah mengembangkan program internasional di kawasan ASEAN sejak 2023.
Dalam rencana kerja FKLPPM BKS-PTN Wilayah Barat, terdapat empat fokus utama yang akan diperkuat, yakni:
- Penelitian kolaboratif
- PkM kolaboratif
- Penguatan publikasi ilmiah
- Hilirisasi hasil riset
Pada aspek penelitian, forum mendorong penyusunan proposal riset bersama, penguatan tema prioritas lintas wilayah, serta pembentukan tim peneliti antarkampus guna memperluas peluang pendanaan eksternal.
Sementara pada aspek PkM, program diarahkan agar lebih sistematis dan berbasis kebutuhan komunitas, dimulai dari pemetaan masalah, desain intervensi, implementasi, hingga evaluasi berbasis luaran. Sri Lestari Wahyuningroem menekankan bahwa pengabdian yang berdampak membutuhkan data awal yang kuat, kerja lintas disiplin, serta kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas.
Penguatan publikasi dan hilirisasi juga menjadi agenda prioritas yang saling terintegrasi. Produktivitas riset perlu diiringi peningkatan kualitas publikasi serta kemampuan mentransformasikan hasil penelitian menjadi inovasi, rekomendasi kebijakan, maupun produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, UPNVJ menyiapkan dukungan penerbitan melalui penguatan manajemen LPPM Press, alokasi anggaran khusus, serta perluasan kolaborasi dengan penerbit nasional, dengan target penerbitan sedikitnya 50 buku baru per tahun mulai 2026.
FKLPPM merupakan wadah koordinasi LPPM perguruan tinggi negeri anggota BKS-PTN Wilayah Barat yang telah berproses sejak 2014 dalam memperkuat tata kelola dan program kerja lintas perguruan tinggi.
RATA XLVI BKS-PTN Wilayah Barat Tahun 2025 diselenggarakan pada 12–14 Februari 2026 di Palangka Raya dengan UPR sebagai tuan rumah. Pertemuan tahunan ini dihadiri pimpinan perguruan tinggi negeri anggota BKS-PTN Wilayah Barat serta menghadirkan berbagai forum tematik penguatan ekosistem riset dan pengabdian.
Melalui paparan “Merintis Kolaborasi Riset dan Abdimas”, LPPM UPNVJ menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kolaborasi, merancang program lintas kampus yang berkelanjutan, serta memastikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi motor penguatan daya saing perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
