Share this info

LPPM UPN “Veteran” Jakarta (01/09/2026)- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan webinar bertajuk “Exploring the Potential of Moringa oleifera in Preventive Health” sebagai bagian dari rangkaian Pekan Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kewirausahaan LPPM UPNVJ Tahun 2026.

Webinar tersebut membahas pemanfaatan Moringa oleifera atau daun kelor dalam mendukung kesehatan preventif, mencegah stunting, serta mengoptimalkan pertumbuhan anak. Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan peneliti yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kelor sebagai sumber pangan fungsional berbasis potensi lokal.

Dr. dr. Tiwuk Susantiningsih, M.Biomed., Sp.KKLP. dari Research Center for Moringa oleifera UPN “Veteran” Jakarta menyampaikan materi bertajuk “Eksplorasi Potensi Moringa oleifera dalam Kesehatan Preventif.” Dalam paparannya, ia memperkenalkan beragam potensi daun kelor sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya berbagai permasalahan kesehatan.

Pembahasan dilanjutkan oleh Prof. dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Hasanuddin melalui materi “Moringa oleifera Leaves: A Nutritional Superhouse for Stunting Prevention and Child Growth Optimization.” Ia mengulas kandungan nutrisi dan senyawa nutraseutikal pada daun kelor yang berpotensi mendukung pencegahan stunting dan optimalisasi pertumbuhan anak.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Moringa Royal Jelly (MRJ), yaitu suplemen fungsional yang dikembangkan menggunakan bahan alami lokal Indonesia. Berdasarkan materi yang disampaikan, pengembangan MRJ telah didukung oleh lebih dari 12 studi intervensi sepanjang periode 2018–2024, dengan kelompok sasaran antara lain perempuan hamil dan remaja putri.

Sejumlah penelitian turut membandingkan penggunaan MRJ dengan Multi Micronutrient Supplement (MMS) dan suplementasi zat besi serta asam folat. Penelitian tersebut antara lain dilakukan pada remaja putri dengan anemia dan ibu hamil yang memperoleh kapsul ekstrak daun kelor sejak trimester pertama selama enam bulan. Indikator yang diamati mencakup kadar hemoglobin, kondisi kesehatan ibu, serta luaran kehamilan.

Baca juga:  LPPM UPN “Veteran” Jakarta Turun Langsung Dampingi Aksi Kemanusiaan Pascabencana di Aceh dalam PKM Kolaborasi

Materi juga memaparkan hasil randomized double-blind controlled trial yang melibatkan 336 remaja putri di wilayah pesisir Kabupaten Takalar. Para peserta dibagi ke dalam kelompok MRJ dan kelompok suplementasi zat besi serta asam folat (iron and folic acid/IFA), dengan intervensi selama 24 minggu pada Februari–Juli 2025. Pengukuran penelitian meliputi kadar hemoglobin, antropometri, dan asupan makanan.

Selain dikembangkan dalam bentuk suplemen, daun kelor juga diolah menjadi teh untuk remaja putri. Proses pembuatannya meliputi pencucian, pengeringan, penyangraian, dan pengemasan. Produk tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan kelor dalam bentuk yang lebih sederhana dan berpeluang diterapkan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, LPPM UPNVJ menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan serta hilirisasi hasil penelitian berbasis potensi sumber daya lokal. Kajian mengenai Moringa oleifera menunjukkan bagaimana riset dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.

×

Hello

ada yang bisa kita bantu ? :)

× Perlu Bantuan?