Share this info

LPPM UPN “Veteran” Jakarta (07/07/2026) – Forum Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (FKLP2M) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat menyelenggarakan Konferensi Pengelola Jurnal BKS PTN Barat Tahun 2026 pada Kamis–Jumat, 9–10 Juli 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila). Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Jurnal Nasional Menuju Indeksasi Internasional dan Kolaborasi Publikasi Ilmiah BKS PTN Barat”, kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pengelola jurnal dari 39 perguruan tinggi negeri anggota BKS PTN Barat. Sebanyak 18 perguruan tinggi negeri anggota BKS PTN Barat hadir secara luring (offline), sementara peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring. Dalam penyelenggaraannya, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) turut berperan sebagai Co-Host bersama Universitas Lampung. Konferensi secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu, Ketua Forum Ketua LPPM BKS PTN Wilayah Barat yang juga Ketua LPPM UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Sri Lestari Wahyuningroem, M.A., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan kegiatan pertama yang secara khusus didedikasikan bagi para pengelola jurnal di lingkungan BKS PTN Barat.

“Sejak dua tahun lalu, Forum LPPM BKS PTN Barat telah membicarakan keinginan untuk membangun kolaborasi dan pengembangan bersama jurnal-jurnal di 39 PTN anggota, namun belum ada kesempatan untuk benar-benar merumuskan bentuknya. Alhamdulillah, awal tahun ini gagasan tersebut dicetuskan dalam rapat tahunan Forum BKS Barat, dan kami sangat bersyukur atas dukungan serta kesediaan LPPM Universitas Lampung untuk berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan hari ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Selamat kepada Para Dosen UPN "Veteran" Jakarta Penerima Program Pengabdian kepada Masyarakat DRTPM Tahun 2024!

Lebih lanjut, Sri Lestari menjelaskan bahwa selama dua hingga tiga tahun terakhir Forum LPPM BKS PTN Barat secara konsisten melaksanakan pertemuan rutin sedikitnya dua kali dalam setahun. Forum tersebut tidak hanya menjadi sarana koordinasi, tetapi juga telah berkembang sebagai wadah kolaborasi antarperguruan tinggi, termasuk melalui pelaksanaan skema hibah kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang untuk pertama kalinya diluncurkan oleh forum tersebut.

Melalui konferensi ini, Sri Lestari berharap terjalin kolaborasi yang semakin erat antar-pengelola jurnal, baik dalam penguatan jejaring reviewer, pengembangan kelembagaan jurnal, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola jurnal. Dengan demikian, jurnal-jurnal yang berada di bawah naungan BKS PTN Barat diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola hingga memperoleh rekognisi dan indeksasi pada tingkat internasional.

Hari pertama konferensi menghadirkan tiga sesi utama yang membahas berbagai isu strategis dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Sesi pertama menghadirkan Katie Peace, Vice President of Academic Partnership (Asia), Taylor & Francis, yang membawakan materi mengenai “Tren dan Tantangan Publikasi Ilmuwan Indonesia pada Jurnal Internasional”. Dalam paparannya, peserta memperoleh gambaran mengenai dinamika publikasi global, tantangan yang dihadapi peneliti Indonesia, serta peluang meningkatkan visibilitas karya ilmiah di tingkat internasional. Sesi pertama menghadirkan Katie Peace, Vice President of Academic Partnerships (Asia), Taylor & Francis, yang membawakan materi bertajuk “Trends and Challenges in Publishing Indonesian Scholars’ Research in International Journals.” Dalam paparannya, Katie mengulas perkembangan lanskap publikasi ilmiah global sekaligus posisi Indonesia dalam ekosistem riset internasional. Ia menyampaikan bahwa produktivitas publikasi ilmiah Indonesia terus mengalami peningkatan dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah publikasi terbesar di kawasan Asia Pasifik. Namun, peningkatan kuantitas tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kualitas riset, integritas akademik, serta dampak publikasi di tingkat internasional.

Baca juga:  Wajah Baru Ketua Pusat Studi Halal, Ketua LPPM Press dan Ketua Rumah Jurnal LPPM UPNVJ

Katie juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi peneliti Indonesia, antara lain keterbatasan jejaring kolaborasi internasional, tingginya tingkat penolakan artikel, kendala penggunaan bahasa Inggris akademik, serta biaya publikasi (Article Processing Charge/APC). Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga etika penelitian di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), di mana penggunaan AI dalam proses penulisan harus dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan tetap menjunjung tinggi integritas ilmiah serta proses peer review.

Sesi kedua menghadirkan Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor III Universitas Tidar sekaligus Tim Penyusun Panduan Akreditasi Jurnal Nasional Tahun 2026, yang membawakan materi bertajuk “Masa Depan Perkembangan Akreditasi Jurnal Nasional di Indonesia.” Dalam paparannya, Prof. Parmin mengulas arah kebijakan terbaru akreditasi jurnal nasional sekaligus berbagai tantangan yang masih dihadapi pengelola jurnal, mulai dari pemenuhan persyaratan administrasi hingga penguatan tata kelola yang sesuai dengan standar akreditasi nasional. Ia menekankan bahwa kualitas pengelolaan jurnal harus menjadi prioritas utama agar mampu bersaing dan memperoleh pengakuan yang lebih luas. Prof. Parmin juga menjelaskan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas jurnal menuju SINTA 1, di antaranya memastikan jurnal memenuhi seluruh persyaratan administrasi sejak tahap awal, menjaga konsistensi proses editorial dan peer review, memperkuat peran editor serta reviewer, menerapkan etika publikasi secara konsisten, serta meningkatkan kualitas artikel yang diterbitkan agar memiliki potensi sitasi yang tinggi. Menurutnya, pengelolaan jurnal yang berstandar SINTA 1 akan menjadi fondasi penting bagi jurnal nasional untuk melangkah menuju indeksasi dan rekognisi internasional.

Pada akhir sesi, Prof. Parmin mengajak para pengelola jurnal untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian peringkat akreditasi, tetapi juga membangun tata kelola jurnal yang profesional, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan publikasi ilmiah. Paparan tersebut disambut antusias oleh peserta dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai strategi reakreditasi, praktik baik pengelolaan jurnal, serta peningkatan mutu publikasi ilmiah di perguruan tinggi.

Baca juga:  LPPM Kembali Gelar Rangkaian Sosialisasi Tahun 2022 dan 2023

Pada sesi ketiga, dua pengelola jurnal bereputasi internasional dari Universitas Lampung, yaitu Wahyu Hidayat, S.Hut., M.Sc., Ph.D., Editor Sylva Lestari (terindeks Q2 bidang sains dan teknologi), serta Dr. Ahmad Syofyan, S.H., M.H., Editor Indonesia Private Law Review (terindeks Q3 bidang sosial humaniora), berbagi praktik baik melalui materi “Strategi Pengelolaan Jurnal Ilmiah Bereputasi: dari Akreditasi Nasional Menuju Indeksasi Internasional”. Keduanya memaparkan pengalaman dalam membangun tata kelola jurnal hingga mampu menembus indeksasi internasional.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan hari pertama. Diskusi berlangsung interaktif pada setiap sesi, menunjukkan tingginya komitmen para pengelola jurnal dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan BKS PTN Barat.

Konferensi akan berlanjut pada hari kedua, Jumat (10/7/2026), dengan agenda utama berupa keynote speech dari Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. Selain itu, peserta juga akan mengikuti sesi bersama Managing Editor Directory of Open Access Journals (DOAJ), dialog pengembangan kerja sama publikasi ilmiah, serta penyepakatan hasil konferensi sebagai rekomendasi tindak lanjut untuk memperkuat ekosistem jurnal ilmiah di lingkungan BKS PTN Barat.

Melalui penyelenggaraan konferensi ini, FKLP2M BKS PTN Barat bersama seluruh perguruan tinggi anggotanya menegaskan komitmen untuk membangun tata kelola jurnal yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan publikasi ilmiah global, serta mampu mendorong peningkatan daya saing publikasi Indonesia di tingkat internasional.

×

Hello

ada yang bisa kita bantu ? :)

× Perlu Bantuan?