LPPM
Share this info

LPPM UPN “Veteran” Jakarta, (25/8/2022), Kegiatan seminar Pekan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat mengangkat tema mengenai Storytelling for Branding. Adapun pemateri kegiatan ini ialah Budiman Hakim selaku Executive Creative Director di Macs 909.

Agenda seminar dilaksanakan secara hybrid, dengan sesi luring berlokasi di  Bhineka Tunggal Ika UPN Veteran Jakarta Pondok Labu dan daring melalui platform Zoom Meeting pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. Acara tersebut dibuka oleh Najuwa Aurel Annisa selaku MC, kemudian dipandu oleh moderator yaitu Lukman Saleh Waluyo, S.Ikom., M.Si.

Budiman Hakim menyampaikan, Storytelling adalah bagaimana kita menyampaikan yang telah dialami atau membentuk persepsi orang lain dengan cerita yang disampaikan. Menurut Budiman Hakim, fenomena Storytelling tersebut membuat pakar-pakar marketing berpikir mengapa Storytelling tidak dijadikan sebagai strategi marketing?

Pada kesempatan tersebut Budiman Hakim memetakan cara berjualan, yaitu Rough Selling, Hard Selling, Soft Selling, dan Covert Selling. Rough Selling sendiri adalah cara berjualan secara kasar dan menyakiti hati konsumennya. Kedua, Hard Selling merupakan cara berjualan dengan teriak menyampaikan benefit produknya.

Cara berjualan ini biasanya kurang meyakinkan dan tidak mungkin diwujudkan. Ketiga, Soft Selling adalah cara berjualan dengan sangat anggun dan elegan. Terakhir, Covert Selling yaitu salah satu cara berjualan yang paling unik dengan menyembunyikan brand nya, karena nama brand tersebut tidak disebutkan sama sekali pada iklan.

Menurut beberapa penelitian, Covert Selling yang paling banyak digunakan untuk marketing. Executive Creative Director di Macs 909 tersebut juga mengatakan, Covert Selling memiliki daya tarik yang besar bagi para pembaca ataupun konsumen”.

Storytelling mampu menarik reaksi orang lain karena membangkitkan rasa ingin tahu sehingga senang hati membacanya. Budiman Hakim kerap memberikan beberapa contoh iklan-iklan menarik yang menggunakan strategi Storytelling pada saat pelatihan.

Setelah rangkuman materi tersebut, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan para peserta yang mengikuti seminar. Kemudian setelah semua pertanyaan terjawab oleh pembicara seminar, ditutup oleh MC dengan foto bersama.